Eric Liddell adalah seorang pelari hebat asal Skotlandia yang dikenal sebagai pengikut Kristus yang sangat taat. Pada Olimpiade tahun 1924, ia mendapatkan kesempatan besar untuk mengikuti perlombaan lari, namun jadwal pertandingannya jatuh tepat pada hari Minggu. Bagi Eric, hari Minggu adalah hari khusus untuk beribadah dan mengutamakan Tuhan. Meski banyak orang merasa kecewa dan memberikan tekanan agar ia tetap bertanding, Eric memilih untuk taat kepada Tuhan. Ia yakin bahwa menyenangkan hati Tuhan jauh lebih berharga daripada sekadar mengejar keberhasilan pribadi atau medali emas. Pada akhirnya, ia mengikuti perlombaan di hari lain dan berhasil menang, namun bagi Eric, kemenangan sejati bukanlah medali tersebut, melainkan kesetiaannya untuk tetap hidup benar di hadapan Tuhan.
Kisah Eric Liddell ini selaras dengan pesan dalam 1 Yohanes 2:1-6. Rasul Yohanes mengingatkan kita bahwa mengenal Yesus bukan sekadar diucapkan dengan kata-kata, melainkan dibuktikan melalui cara hidup yang taat pada firman-Nya. Jika kita mengaku mengenal Tuhan, maka seharusnya hidup kita mencerminkan teladan Yesus. Seperti Yesus yang hidup dalam kasih dan kebenaran, kita pun dipanggil untuk melakukan apa yang menyenangkan hati Bapa. Ketaatan memang tidak selalu mudah, tetapi setiap kali kita memilih untuk mengikuti kehendak Tuhan, kita sedang membuktikan bahwa hati kita sungguh-sungguh mengasihi Yesus. Memiliki hubungan yang dekat dengan Tuhan akan membuat kita lebih mudah untuk taat, dan hidup yang taat adalah bukti nyata bahwa kita senantiasa tinggal di dalam Dia. [YO]