Pernahkah kamu memiliki teman yang berkata, "Aku temanmu," tetapi saat kamu membutuhkan bantuan, ia justru tidak peduli dan pergi begitu saja? Tentu perasaan itu sangat menyedihkan, bukan? Kata-kata yang manis memang terdengar menyenangkan di telinga, namun tindakan nyata adalah bukti sesungguhnya apakah kasih yang diucapkan itu tulus atau hanya sekadar di bibir saja.
Firman Tuhan dalam 1 Yohanes 2:7-11 mengajarkan bahwa anak-anak Tuhan harus saling mengasihi sebagai bukti nyata bahwa mereka hidup di dalam terang. Mengasihi bukan hanya sebatas kata-kata, melainkan harus diwujudkan melalui perbuatan nyata. Kita bisa mempraktikkan kasih dengan cara sederhana, seperti meminjamkan alat tulis kepada teman yang lupa membawa, berbagi makanan dengan mereka yang membutuhkan, menghibur teman yang sedang sedih, atau dengan sukacita membantu orang tua di rumah tanpa diminta terlebih dahulu. Ketika kita melakukan hal-hal ini, kita sedang memancarkan kasih Tuhan kepada orang-orang di sekitar kita. Saat kita memilih untuk peduli dan menolong orang yang sedang kesusahan, kita sedang berjalan dalam terang Tuhan dan tidak tersandung dalam kegelapan. Dunia ini akan menjadi tempat yang jauh lebih indah ketika setiap anak Tuhan mau menunjukkan kasih melalui aksi nyata. Mari kita berhenti hanya sekadar berkata "aku sayang kamu," tetapi mulailah membuktikannya melalui tindakan setiap hari. Ingatlah bahwa perbuatan kasih yang tulus adalah wujud ketaatan yang paling menyenangkan hati Tuhan. [CF]