Suatu hari, Rio pergi ke supermarket bersama Mama.. Saat sedang asyik melihat deretan mobil-mobilan, ia tidak sadar bahwa mamanya sudah tidak berada di sampingnya. Seketika, hatinya dipenuhi rasa takut, bingung, dan cemas. Namun, di tengah kepanikan itu, Rio teringat akan perkataan Mama bahwa Mama sangat mengasihinya dan tidak akan pernah meninggalkannya. Berpegang pada janji tersebut, Rio memilih untuk tetap percaya. Ia memutuskan untuk tetap menunggu di dekat rak mainan sambil menantikan Mama datang. Meski hatinya berdebar dan ada rasa takut yang mencoba membayangi, Rio terus memegang teguh kata-kata mamanya. Benar saja, tidak lama kemudian Mama datang menghampiri dan langsung memeluknya dengan erat.
Kepercayaan Rio terhadap Mama adalah gambaran tentang bagaimana seharusnya kita memiliki iman kepada Tuhan. Iman berarti tetap percaya kepada Tuhan meski kita belum melihat jawaban doa, belum melihat Tuhan bekerja, atau ketika kita sedang menghadapi masalah yang berat. Terkadang, pikiran kita mungkin diganggu oleh keraguan atau pertanyaan apakah Tuhan masih mendengar doa kita. Namun, sama seperti Rio yang memilih memegang janji mamanya, kita harus memilih untuk tetap percaya pada janji-janji Tuhan yang tertulis di dalam Alkitab. Dalam kitab Yudas 1:3-4, Yudas dengan tegas mengingatkan orang percaya untuk berjuang mempertahankan iman yang sejati, karena ada banyak ajaran serta pengaruh di sekitar kita yang berusaha menyesatkan dan menjauhkan kita dari kebenaran Tuhan. Ketika hati kita merasa bingung, janganlah mencari jawaban dari sumber di luar firman-Nya. Sebaliknya, tetaplah berpegang teguh pada kebenaran Tuhan melalui doa dan membaca Alkitab. Berjuang mempertahankan iman berarti kita memilih untuk tetap taat dan percaya pada kebenaran Tuhan, meskipun keadaan di sekitar kita belum berubah. [YO]