Suatu hari, Kiki sedang berjalan-jalan di taman dan menemukan seekor anak kucing yang terluka dan tidak bisa berjalan. Kiki merasa kasihan, namun ia sempat ragu karena tidak tahu cara merawatnya. Akhirnya, Kiki membawa anak kucing itu pulang dan meminta bantuan Mama. Mama mengajarkan Kiki untuk memberi makan serta obat secara rutin sebanyak tiga kali sehari. Kiki pun berjanji untuk taat pada instruksi Mama. Ia bahkan rela mengurangi waktu bermain game-nya demi merawat kucing tersebut dengan tekun. Karena ketaatan Kiki yang luar biasa, satu minggu kemudian anak kucing itu pun kembali sehat dan ceria.
Kisah Kiki mengajarkan kita bahwa kasih tidak hanya sekadar ucapan, tetapi dibuktikan melalui tindakan nyata. Dalam 2 Yohanes 1:6, firman Tuhan berkata, "Dan inilah kasih itu, yaitu bahwa kita harus hidup menurut perintah-Nya." Seperti Kiki yang membuktikan kasihnya kepada kucing melalui ketaatan kepada Mama, kita pun membuktikan kasih kita kepada Tuhan Yesus dengan menaati Firman-Nya. Ketaatan ini bisa kita tunjukkan dengan cara sederhana, seperti berani menolak ajakan yang buruk, menghormati guru, serta patuh kepada orang tua. Percayalah, setiap perintah Tuhan dan nasihat baik dari orang dewasa di sekitar kita bertujuan untuk membentuk kita menjadi anak-anak yang luar biasa di mata Tuhan. [EF]