Ethan memiliki hobi bermain game online bersama teman-temannya. Meski diizinkan, Papa dan Mama sempat merasa khawatir karena mereka tahu bahwa di dunia game sering kali ditemukan pemain yang berkata kasar, mengejek, atau mengajak orang lain berbuat tidak baik. Sebelum bermain, Ethan berjanji kepada orang tuanya untuk tetap menjaga tutur kata dan tidak terpengaruh oleh perilaku buruk teman-temannya. Suatu ketika, tantangan itu benar-benar datang; teman-temannya mulai melontarkan kata-kata kotor dan mendesak Ethan untuk ikut serta. Sempat merasa takut dikucilkan atau diejek, Ethan akhirnya memilih untuk berdoa singkat di dalam hatinya memohon keberanian dari Tuhan. Ia pun tetap teguh berkata-kata baik, dan meski sempat ditertawakan, ia merasa tenang karena tahu bahwa keputusannya menyenangkan hati Tuhan.
Pengalaman Ethan ini adalah cerminan dari pesan dalam Yudas 1:17-21, yang mengingatkan kita untuk selalu berjaga-jaga dan menjaga iman di tengah lingkungan yang mungkin tidak mengenali kebenaran. Firman Tuhan mengajarkan bahwa kita tidak perlu ikut-ikutan melakukan hal buruk hanya agar dianggap "keren" atau diterima oleh teman-teman. Kunci untuk tetap teguh berdiri dalam kebenaran adalah dengan rajin berdoa dan senantiasa memelihara diri dalam kasih Tuhan. Saat kita membangun hubungan yang intim dengan-Nya melalui doa, Tuhan akan memberikan keberanian bagi kita untuk berani berkata "tidak" pada dosa dan memilih jalan yang benar. [VW & EH]