Liburan sekolah kali ini menjadi waktu yang menyenangkan bagi Brielle karena Mama mengizinkannya mencoba banyak hal baru, salah satunya adalah belajar memasak. Brielle dengan semangat membantu Mama membuat kue kering bertabur coklat. Ia menimbang tepung, memecahkan telur, mengaduk adonan, hingga mencetak kue-kue tersebut dengan bentuk yang lucu. Sambil menunggu kue dipanggang di dalam oven, Brielle sibuk menyiapkan toples-toples kecil. Saat Mama bertanya untuk siapa kue-kue itu, Brielle menjawab dengan antusias bahwa ia ingin membagikannya kepada Brandon, tetangganya yang masih kecil dan sering merasa sedih karena diganggu teman-temannya. Tidak hanya itu, Brielle juga ingin memberikan kue tersebut kepada Nenek Sita, yang tinggal di ujung gang dan sering merasa kesepian karena jarang dikunjungi cucunya.
Tindakan Brielle mengingatkan kita pada pesan Tuhan dalam Yudas 1:22-23, yang mengajak kita untuk menunjukkan belas kasihan kepada mereka yang bimbang dan membantu menyelamatkan sesama dengan kasih. Sama seperti Brielle yang peka terhadap kesedihan Brandon dan rasa sepi Nenek Sita, kita pun dipanggil untuk menjadi saluran berkat bagi orang di sekitar kita. Terkadang, sesama kita mungkin sedang merasa ragu, takut, atau sedih. Tugas kita bukan untuk membiarkan mereka, melainkan menguatkan mereka dengan kasih, perhatian, dan kata-kata yang membangun. Saat kita mau merangkul mereka yang sedang lemah, kita sedang mempraktikkan kasih Tuhan yang telah terlebih dahulu mengasihi kita. Mari kita gunakan waktu dan tenaga kita untuk menyemangati sesama agar mereka kembali merasakan sukacita dalam Tuhan. [RG]