Dalam kitab Wahyu, Rasul Yohanes mendapatkan sebuah penglihatan yang sangat dahsyat dan luar biasa tentang sosok Tuhan Yesus. Penglihatan tersebut bukanlah tentang Yesus sebagai seorang manusia biasa, melainkan Yesus dalam segala kemuliaan-Nya yang agung. Gambaran tentang rambut yang putih bersih, mata yang menyala seperti api, suara yang menggelegar layaknya gemuruh air bah, hingga wajah yang bersinar seterang matahari, membuat Yohanes sangat kagum sekaligus menyadari betapa luar biasanya kuasa dan kemuliaan Tuhan yang ia saksikan.
Tuhan Yesus yang dilihat Yohanes dalam kemuliaan-Nya itu adalah Tuhan yang sama yang mengasihi kita setiap hari. Sering kali kita mungkin hanya menganggap-Nya sebagai Sahabat yang dekat, namun kita tidak boleh lupa bahwa Ia juga adalah Raja di atas segala raja yang penuh kuasa dan kekudusan. Karena itulah, setiap kali kita datang kepada-Nya, kita dipanggil untuk melakukannya dengan sikap hati yang penuh hormat dan kekaguman. Ingatlah bahwa saat kita berdoa, memuji Tuhan, atau membaca firman-Nya, kita sedang berkomunikasi dengan Tuhan yang Mahabesar dan berkuasa atas seluruh alam semesta. Menghormati Tuhan dengan sikap hati yang sungguh-sungguh adalah bukti nyata bahwa kita mengasihi Dia dan mengakui bahwa hanya Dialah yang layak menerima segala pujian kita.[JH]