Pernahkah kamu merasa takut untuk berkata jujur? Terkadang, kita tergoda untuk berbohong karena ingin menghindari konsekuensi atau ingin menutupi kesalahan yang telah kita perbuat. Misalnya, saat Mama bertanya apakah ada tugas sekolah, mungkin kamu berpura-pura lupa agar bisa lanjut bermain game. Atau, ketika kamu merasa malas untuk pergi les, kamu justru berpura-pura sakit agar diizinkan untuk tinggal di rumah. Meskipun alasan-alasan tersebut terasa mempermudah keadaan, sebenarnya berbohong akan membuat hati kita merasa tidak tenang dan merusak kepercayaan orang lain kepada kita.
Dalam Efesus 6:13-15, Rasul Paulus mengingatkan kita untuk mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah agar dapat berdiri teguh melawan tipu muslihat iblis. Salah satu bagian penting dari perlengkapan tersebut adalah ikat pinggang kebenaran. Ikat pinggang berfungsi untuk menguatkan dan menjaga posisi perlengkapan perang lainnya. Begitu pula dengan kebenaran; saat kita menjadikan Firman Tuhan sebagai dasar hidup, kita memiliki kekuatan untuk berkata jujur dalam situasi apa pun. Kebenaran firman Tuhan menuntun kita untuk menjaga perdamaian dengan sesama dan bertindak jujur, meskipun itu terasa sulit. Ketika kita memilih untuk selalu hidup dalam kejujuran, kita sebenarnya sedang memakai "ikat pinggang" yang melindungi kita dari godaan iblis. Mari kita berkomitmen untuk selalu membawa kebenaran Tuhan dalam perkataan dan tindakan kita setiap hari. [RK]