Tiga hari lagi akan ada ujian Matematika. Roni dan teman-temannya merasa cemas karena materi ujian kali ini cukup sulit. Pak Jose, sang guru, telah memberi peringatan bahwa siapa pun yang mendapat nilai di bawah standar harus mengikuti ujian ulang berkali-kali hingga nilainya bagus. Karena rasa takut itu, teman-teman Roni mengajaknya untuk berbuat curang dengan saling bertukar jawaban saat ujian nanti. Roni sempat bimbang dan hampir setuju karena ia juga tidak ingin ujian ulang. Namun, di saat kritis itu, ia teringat pengajaran di Sekolah Minggu tentang kejujuran dan pentingnya melakukan hal yang menyenangkan hati Tuhan. Akhirnya, Roni dengan tegas menolak untuk menyontek. Ia memilih untuk belajar lebih giat dan berdoa, meminta penyertaan Tuhan agar ia dimampukan mengerjakan ujian dengan jujur dan baik.
Cerita Roni mengajarkan kita bahwa dalam hidup sehari-hari, kita sering diperhadapkan pada situasi sulit yang menggoda kita untuk berbuat tidak taat. Rasul Paulus dalam Efesus 6:16-17 mengingatkan kita untuk selalu menggunakan "perisai iman" dan "pedang Roh," yaitu firman Tuhan. Firman Tuhan adalah pelindung pikiran dan hati kita agar tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal buruk di sekitar kita. Saat godaan datang, seperti ajakan menyontek atau berkata bohong, kita bisa menggunakan "pedang Roh" dengan mengingat ayat-ayat firman Tuhan yang sudah kita pelajari. Mari kita semakin rajin membaca, mempelajari, dan merenungkan firman Tuhan setiap hari agar iman kita kuat dan setiap tindakan kita selalu menyenangkan hati Tuhan. [EF]