TEGURAN SEBAGAI BENTUK KASIH

Rabu, 22 Juli 2026

Ayat Hafalan

Efesus 4:32

Ayo Renungkan

Pernahkah kamu ditegur oleh Mama atau Papa? Mungkin saat mereka memintamu berhenti bermain game karena sudah larut malam, menyuruh merapikan kamar yang berantakan, atau menegur kamu karena berbicara kurang sopan. Rasanya pasti tidak enak, bahkan kadang membuat kamu sedih atau kesal. Namun, tahukah kamu? Teguran itu sebenarnya adalah tanda kasih sayang. Sama seperti seorang pelatih sepak bola yang menegur pemainnya agar bisa mencetak gol, atau seorang guru yang mengoreksi jawaban ujianmu agar kita menjadi lebih pintar. Orang tua atau guru menegur kita bukan karena mereka marah tanpa alasan, melainkan karena mereka ingin menjaga kita agar tidak salah jalan dan tumbuh menjadi anak yang hebat.
Dalam Alkitab, tepatnya di Wahyu 3:19, Tuhan Yesus berkata, "Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar." Ini berarti, teguran adalah cara Tuhan dan orang tua menunjukkan bahwa mereka sangat peduli pada kita. Tuhan Yesus juga menggambarkan diri-Nya sedang berdiri di depan pintu hati kita sambil mengetuk (Wahyu 3:20). Saat kita berbuat salah dan ditegur, itulah saatnya Yesus memanggil kita. Jangan keraskan hati kita! Sebaliknya, mari kita buka pintu hati lebar-lebar untuk Yesus. Biarkan Ia masuk, memeluk kita, dan memberimu kedamaian. Sesuai dengan ayat hafalan kita di Efesus 4:32, mari kita belajar memiliki hati yang ramah dan penuh kasih. Jadi, saat ditegur, ayo kita belajar untuk tidak membalas dengan kata-kata kasar atau cemberut, melainkan menerimanya dengan hati yang lembut, mau meminta maaf, dan berubahlah menjadi lebih baik. [DP]

Ayo Diskusi dengan Papa dan Mama

Bagaimana biasanya perasaan atau sikap kamu saat ditegur oleh orang tua atau guru? Setelah belajar firman Tuhan hari ini, bagaimana seharusnya kamu bersikap?
Menurut kamu, apa artinya "membuka pintu hati untuk Yesus" ketika kamu sedang ditegur karena melakukan kesalahan?

Ayo Berdoa

Tuhan Yesus, ajar aku untuk menerima teguran dari orang tuaku dengan hati yang lembut. Tolong aku supaya tidak marah, tapi mau belajar dan berubah jadi lebih baik. Ajarku juga untuk selalu ramah dan penuh kasih seperti Engkau. Amin.

Ayo Lakukan

Tetap menunjukkan sikap hormat saat orangtua menegur kesalahan kita.

Tahukah Kamu

Menurut penelitian sains, otak kita ternyata bertumbuh dan menciptakan jalur saraf yang baru justru ketika kita membuat kesalahan lalu memperbaikinya. Jadi, saat kita ditegur dan mau belajar dari kesalahan, otak kita benar-benar sedang berkembang menjadi lebih cerdas!

Ayo Ucapkan

Aku mau menjadi anak yang taat.
©2017 NDC Ministry. All Rights Reserved.
Powered by GerejaSoft.com