Pernahkah kamu ditegur oleh Mama atau Papa? Mungkin saat mereka memintamu berhenti bermain game karena sudah larut malam, menyuruh merapikan kamar yang berantakan, atau menegur kamu karena berbicara kurang sopan. Rasanya pasti tidak enak, bahkan kadang membuat kamu sedih atau kesal. Namun, tahukah kamu? Teguran itu sebenarnya adalah tanda kasih sayang. Sama seperti seorang pelatih sepak bola yang menegur pemainnya agar bisa mencetak gol, atau seorang guru yang mengoreksi jawaban ujianmu agar kita menjadi lebih pintar. Orang tua atau guru menegur kita bukan karena mereka marah tanpa alasan, melainkan karena mereka ingin menjaga kita agar tidak salah jalan dan tumbuh menjadi anak yang hebat.
Dalam Alkitab, tepatnya di Wahyu 3:19, Tuhan Yesus berkata, "Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar." Ini berarti, teguran adalah cara Tuhan dan orang tua menunjukkan bahwa mereka sangat peduli pada kita. Tuhan Yesus juga menggambarkan diri-Nya sedang berdiri di depan pintu hati kita sambil mengetuk (Wahyu 3:20). Saat kita berbuat salah dan ditegur, itulah saatnya Yesus memanggil kita. Jangan keraskan hati kita! Sebaliknya, mari kita buka pintu hati lebar-lebar untuk Yesus. Biarkan Ia masuk, memeluk kita, dan memberimu kedamaian. Sesuai dengan ayat hafalan kita di Efesus 4:32, mari kita belajar memiliki hati yang ramah dan penuh kasih. Jadi, saat ditegur, ayo kita belajar untuk tidak membalas dengan kata-kata kasar atau cemberut, melainkan menerimanya dengan hati yang lembut, mau meminta maaf, dan berubahlah menjadi lebih baik. [DP]