Suatu hari, Budi melihat orang-orang di kota memberikan sorak-sorai dan penghargaan yang sangat meriah kepada seorang atlet yang berhasil mengharumkan nama bangsa. Semua orang bertepuk tangan dan memuji kehebatan sang atlet karena perjuangannya yang luar biasa.
Tahukah kamu? Tepuk tangan manusia di dunia itu tidak ada apa-apanya dibanding pujian yang ada di surga! Dalam Wahyu 5:11–14, Yohanes melihat jutaan malaikat, makhluk hidup, tua-tua, bahkan seluruh ciptaan memuji Yesus dengan suara yang sangat megah. Mereka bersorak bahwa Yesus layak menerima segala hormat, kemuliaan, dan pujian. Mengapa Yesus begitu layak dipuji? Karena Yesus adalah Tuhan yang sangat mengasihi kita. Ia rela datang ke dunia, mati di kayu salib untuk menanggung dosa kita, lalu bangkit dengan penuh kemenangan. Karena kasih-Nya yang begitu besar, tidak ada seorang pun yang lebih layak menerima pujian selain Yesus. Memuji Yesus bukan hanya dilakukan saat bernyanyi di gereja. Kita juga memuliakan Yesus ketika taat kepada orang tua, berkata jujur, mengasihi teman, mau mengampuni, rajin belajar, dan melakukan hal yang benar meskipun tidak ada yang melihat. Sesuai dengan ayat hafalan kita di Efesus 4:32, mari kita belajar untuk berbuat baik dan mengampuni sesama, sama seperti Allah telah mengampuni kita. Hari ini, yuk kita bertanya pada diri sendiri, "Apakah hidup kita sudah membuat Yesus senang?" Ingatlah, Yesus layak menerima bukan hanya lagu pujian dari bibir kita, tetapi juga seluruh hidup kita. [DP]