Bayangkan pikiran kita seperti sebuah gelas kosong. Setiap hari, gelas itu kita isi dengan berbagai macam hal. Ada hal-hal yang jernih dan baik yang menyenangkan hati Tuhan, tetapi ada juga hal-hal yang kotor atau buruk. Kalau kita membiasakan diri mengisi pikiran dengan hal-hal yang bersih dan benar, maka gelas kehidupan kita akan penuh dengan kebaikan. Tapi sebaliknya, kalau kita membiarkan hal-hal yang buruk memenuhi pikiran kita, maka hal-hal buruk itu pula yang akan keluar melalui perkataan dan perbuatan kita. Itulah sebabnya, dari bacaan Alkitab hari ini, Rasul Paulus mengajak kita untuk memikirkan semua yang benar, mulia, suci, dan manis, supaya hidup kita selalu dipenuhi dan melimpah dengan sukacita dari Tuhan!
Dari nasihat Paulus ini, kita belajar bahwa apa yang kita isi ke dalam pikiran akan menentukan apa yang keluar dari hidup kita. Kalau setiap hari kita mengisi pikiran dengan hal-hal baik, seperti merenungkan firman Tuhan, menyanyikan lagu-lagu pujian, dan mengucapkan kata-kata yang membangun serta penuh ungkapan syukur, maka hati kita akan tenang dan penuh sukacita. Sebaliknya, kalau kita terus memikirkan hal-hal buruk seperti dendam, iri pada teman, atau menonton hal-hal yang tidak baik, pikiran kita jadi keruh dan sukacita pun hilang. Sesuai dengan ayat hafalan kita di Kolose 3:12, mari kita mengenakan belas kasihan, kemurahan, dan kerendahan hati. Maka dari itu, yuk kita minta pertolongan Roh Kudus untuk menuntun kita memikirkan dan melakukan perbuatan-perbuatan baik yang menyenangkan hati Tuhan! Kita bisa mulai dengan hal-hal sederhana, seperti mendengarkan lagu yang memuji Tuhan, memilih tontonan yang bermanfaat, dan mengucapkan syukur dalam keadaan apapun. Jika ada teman yang menyebalkan, mari ganti pikiran "aku kesal sama dia" menjadi doa "Tuhan, tolong aku untuk memaafkannya." Ketika pikiran kita penuh dengan hal-hal yang baik dan manis, sukacita dari Tuhan akan melimpah dalam hidup kita, dan kita akan menularkan sukacita tersebut ke lingkungan sekeliling kita. [AZ]