Ada seorang ilmuwan hebat bernama Isaac Newton. Ia sangat senang mempelajari alam semesta. Suatu hari, ia memperhatikan betapa teraturnya ciptaan Tuhan, di mana matahari tetap bersinar serta bumi dan planet-planet berputar pada jalurnya tanpa pernah bertabrakan. Newton pun sangat kagum dan percaya bahwa semua keteraturan itu tidak mungkin terjadi dengan sendirinya, melainkan pasti dirancang oleh Tuhan. Kalau seorang ilmuwan sehebat Isaac Newton saja dapat melihat kebesaran Tuhan melalui ciptaan-Nya, apalagi kita yang membaca Alkitab. Kita tahu bahwa pada mulanya bumi belum berbentuk dan kosong, tetapi Tuhan menciptakan semuanya dengan sangat teratur. Dalam Kejadian 1:1–13, sesuai dengan ayat hafalan kita ("Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi"), Tuhan lebih dulu menciptakan terang, kemudian langit, lalu daratan, dan setelah itu tumbuh-tumbuhan. Tuhan tidak pernah bekerja asal-asalan, karena semua yang diciptakan-Nya memiliki urutan, tujuan, dan waktu yang tepat.
Sampai hari ini kita masih bisa melihat matahari terbit setiap pagi, menghirup udara segar, dan melihat pohon-pohon terus bertumbuh. Semua itu menunjukkan bahwa Tuhan tetap memelihara ciptaan-Nya. Kabar baiknya, Tuhan yang mengatur alam semesta yang luas juga mengatur hidup kita. Karena itu, kita dapat meneladani Tuhan dengan hidup rapi, tertib, dan bertanggung jawab. Kita bisa memulainya dari hal-hal kecil, seperti merapikan tempat tidur, membereskan mainan setelah dipakai, mengucap syukur saat melihat matahari pagi, atau menyiram tanaman di rumah. Setiap kali melihat keindahan ciptaan Tuhan, mari kita ingat bahwa Tuhan yang menciptakan dunia ini juga mengasihi, menjaga, dan memelihara hidup kita setiap hari. [YO]