Suatu hari, ada seekor lebah kecil bernama Lili yang sangat rajin. Setiap hari ia terbang dari bunga ke bunga mengumpulkan nektar, yaitu cairan manis dari bunga yang diolah menjadi madu. Bahkan ketika semua lebah lain sudah kembali ke sarang, Lili masih terus bekerja karena ingin mengumpulkan lebih banyak madu. Lama-kelamaan tubuhnya kelelahan dan sayapnya tidak lagi kuat untuk terbang. Melihat hal itu, Ratu Lebah berkata bahwa bekerja memang baik, tetapi setiap makhluk juga membutuhkan waktu untuk beristirahat dan mengucap syukur. Sejak saat itu, Lili meluangkan waktu untuk berhenti bekerja, menikmati indahnya taman, bermain bersama teman-temannya, dan bersyukur. Setelah beristirahat, tubuhnya kembali segar dan ia dapat bekerja dengan penuh semangat. Kisah Lili mengingatkan kita pada Kejadian 2:1–3. Setelah enam hari menciptakan langit, bumi, dan segala isinya, Tuhan berhenti bekerja pada hari ketujuh. Bukan karena Tuhan lelah, tetapi untuk memberi teladan bahwa ada waktu untuk berhenti dari kesibukan, menikmati karya-Nya, dan menguduskan hari itu.
Teladan inilah yang kemudian menjadi dasar bagi umat Tuhan untuk menguduskan hari khusus, yaitu hari yang dikhususkan untuk berhenti dari rutinitas, beribadah, dan mengingat segala kebaikan Tuhan. Tuhan adalah perancang kehidupan yang juga menetapkan waktu istirahat bagi kita. Bagi kita hari ini, Tuhan juga menghendaki agar kita menghormati Hari Tuhan dengan beribadah, berdoa, membaca firman-Nya, dan mengucap syukur atas segala berkat-Nya. Hari Tuhan adalah anugerah agar kita dapat beristirahat, semakin dekat kepada-Nya, dan menikmati kebersamaan dengan keluarga. Saat kita menghormati Hari Tuhan, kita menunjukkan bahwa Tuhan adalah yang terutama dalam hidup kita. [YO]