Camelia dan papanya sedang bermain bersama di arena permainan. Suasana hari itu sangat ramai oleh suara mesin permainan dan gelak tawa banyak pengunjung. Di tengah kegaduhan tersebut, Camelia kesulitan mendengar perkataan papanya sehingga beberapa kali ia salah memahami pesan yang disampaikan. Akibatnya, Camelia membuat papanya menunggu di luar selama satu jam karena ia tidak mendengar bahwa papanya harus segera pulang dan menunggunya di pintu depan arena permainan. Setelah menyadari kesalahannya, Camelia segera meminta maaf, dan sang papa dengan penuh kasih memaafkannya.
Di tengah keramaian dan hiruk-pikuk, kita memang sulit mendengar suara dengan jelas sehingga dapat memicu kesalahpahaman. Ketika ingin berbicara dari hati ke hati dengan orang tua, kita tentu memilih tempat yang tenang agar dapat menyampaikan isi hati dan mendengarkan penjelasan dengan leluasa. Demikian pula hubungan kita dengan Tuhan melalui doa. Berdoa secara singkat di tengah kesibukan sehari-hari memang baik, tetapi itu belum cukup untuk membangun hubungan yang mendalam. Dalam Markus 1:35-36, Tuhan Yesus memberikan teladan dengan menyediakan waktu khusus pada pagi hari untuk pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa kepada Bapa di surga. Di tempat yang tenang dan bebas dari gangguan, kita dapat fokus menyampaikan isi hati serta mendengarkan petunjuk Tuhan untuk menjaga hati kita sebagaimana tertulis dalam Amsal 4:23. Mari kita sediakan waktu khusus setiap hari untuk bertemu dan berbincang dengan Tuhan dalam doa agar hubungan kita dengan-Nya tetap terjaga dengan baik. [HJ]