Suatu sore, Michelle sedang asyik bermain ketika Mama meminta bantuan untuk melipat pakaian yang selesai dijemur. Walaupun sebenarnya masih ingin melanjutkan permainannya, Michelle melihat Mama tampak sibuk dan membutuhkan bantuan. Dengan ketulusan hati, Michelle segera menghentikan permainannya dan berkata, "Iya Ma, mari aku bantu melipat bajunya." Setelah selesai membantu, perasaan gembira dan hangat menyelimuti hati Michelle. Ia menyadari bahwa memberikan bantuan sederhana kepada orang tua dengan sikap yang ramah adalah wujud nyata dari pelayanan yang menyenangkan.
Ketulusan untuk membantu dan melayani juga ditunjukkan secara luar biasa oleh Ribka dalam Kejadian 24:12-21. Ketika hamba Abraham menemuinya di tepi sumur dan memohon sedikit air minum, Ribka tidak hanya menyambutnya dengan keramahan, tetapi juga dengan sukarela menawarkan diri untuk menimba air bagi sepuluh ekor unta yang dibawa hamba tersebut sampai kenyang. Ribka melayani melebihi apa yang diminta tanpa mengharapkan imbalan apa pun. Sikap kemurahan hati, kebaikan, dan kelembutan yang dipancarkan oleh Ribka merupakan wujud nyata dari buah Roh sebagaimana tertulis dalam Galatia 5:22-23. Melalui cerita ini, kita diajar untuk memiliki hati yang suka melayani dan peduli kepada orang lain. Saat kita membantu orang tua di rumah, bersikap ramah kepada teman, atau menolong orang yang membutuhkan, kita sedang memancarkan kasih Tuhan melalui tindakan nyata sehari-hari. [MC]