Pernahkah kamu merasa cemas atau gugup ketika diminta mencoba sesuatu yang baru, seperti berpindah ke lingkungan yang asing, mempelajari keterampilan baru, atau diajak melayani untuk pertama kalinya? Berada di situasi yang belum pernah kita jalani memang bisa memunculkan rasa ragu karena kita belum tahu pasti apa yang akan terjadi di depan. Namun, ketika kita tahu bahwa Tuhan yang memimpin dan menyertai langkah kita, kita dapat melangkah maju dengan hati yang mantap, berani, dan penuh sukacita.
Sikap berani dan peka terhadap pimpinan Tuhan ini ditunjukkan oleh Ribka dalam Kejadian 24:50-60. Ketika hamba Abraham menyampaikan maksud kedatangannya, keluarga Ribka menyadari bahwa seluruh rangkaian peristiwa tersebut adalah bagian dari rencana Tuhan yang indah. Saat Ribka ditanya apakah ia bersedia langsung pergi bersama hamba tersebut ke negeri yang sangat jauh, tanpa ragu Ribka menjawab dengan mantap, "Aku mau pergi." Meskipun harus meninggalkan kenyamanan rumah dan keluarganya menuju masa depan yang belum ia ketahui secara pasti, Ribka siap melangkah karena ia percaya pada pemeliharaan Tuhan. Dalam kehidupan sehari-hari, Tuhan juga sering memimpin kita untuk melangkah dalam kebenaran—seperti berani meminta maaf, bersikap jujur, atau menolong teman yang membutuhkan. Sesuai dengan buah Roh dalam Galatia 5:22-23, Roh Kudus memberikan kita sukacita, damai sejahtera, dan penguasaan diri sehingga kita tidak perlu merasa takut. Mari kita belajar peka mendengarkan pimpinan Tuhan dan berani melangkah dengan sukacita di mana pun Tuhan menuntun kita. [JH]