Hari ini, Mike dan keluarganya pergi berwisata ke sebuah danau yang indah. Papa menyewa perahu kecil, dan Mike sangat gembira karena ini pertama kalinya ia naik perahu di tengah danau. Sambil mendayung, Papa mengajari Mike cara menikmati perjalanan tersebut. Namun, ketika tiba agak jauh dari daratan, tiba-tiba angin bertiup cukup kencang dan membuat perahu bergoyang. Mike mulai merasa takut dan membayangkan perahu mereka bisa terbalik. Mike lantas menangis dan menceritakan ketakutannya kepada Papa. Dengan lembut Papa merangkulnya dan berkata, "Tenang, Nak, Papa ada di sini bersamamu." Mendengar ucapan Papa dan merasakan pelukannya, perlahan-lahan rasa takut Mike mulai mereda.
Kisah yang dialami Mike ini mengingatkan kita pada peristiwa dalam bacaan Alkitab hari ini dari Matius 8:23–27. Waktu itu, badai besar tiba-tiba menerjang perahu yang sedang ditumpangi oleh Tuhan Yesus dan murid-murid-Nya. Ombak besar menghantam perahu hingga airnya hampir masuk, membuat para murid merasa sangat ketakutan. Mereka segera membangunkan Yesus. Menghadapi kepanikan itu, Yesus tidak panik, melainkan bangkit dan menenangkan mereka dengan berkata, "Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?" Kemudian, Yesus menegur angin dan danau, sehingga seketika itu juga badai reda dan danau menjadi sangat tenang. Sama seperti Mike yang merasa tenang karena ada Papanya, atau para murid yang diselamatkan oleh kuasa Yesus, kita juga dapat percaya bahwa Yesus selalu menyertai kita di saat-saat kita merasa takut. Kita mungkin sering merasa takut pada kegelapan, rasa cemas menghadapi ulangan di sekolah, atau kekhawatiran bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi. Amsal 3:5–6 mengajarkan kita untuk percaya kepada Tuhan dengan segenap hati dan tidak bersandar pada pengertian sendiri. Ketika rasa takut datang menyerang, kita bisa segera berdoa, mengingat firman Tuhan, dan menyerahkan semuanya kepada-Nya. Percaya kepada Yesus bukan berarti kita tidak pernah merasakan ketakutan sama sekali, melainkan kita belajar menghadapi dan melewati ketakutan itu bersama Dia yang berkuasa. Jadi, anak-anak, datanglah kepada Yesus dan percayalah bahwa Ia sanggup meredakan badai ketakutan di dalam hati kita serta memberikan damai sejahtera yang sejati. [YO]