Banyak orang berkata bahwa hidup ini adalah pilihan. Setiap pilihan yang kita ambil tentu saja memiliki konsekuensinya masing-masing. Pilihan yang kita buat hari ini bisa menjadi langkah menuju masa depan yang lebih baik — atau justru menjadi jebakan yang menahan kita di tempat yang sama. Yang jelas, orang percaya harus memastikan setiap pilihan membawanya semakin dekat pada rencana Tuhan, bukan menjauh dari-Nya.
Dalam perjalanan bangsa Israel menuju tanah perjanjian, mereka kerap kali membuat keputusan yang membawa kepada penghukuman. Sebab pilihan yang mereka ambil ialah memberontak kepada Allah, hingga akhirnya satu generasi mati di padang gurun karena melanggar perintah Allah. Oleh karena itu, Musa memperingatkan generasi berikutnya yang akan memasuki tanah perjanjian untuk membuat keputusan yang terbaik, yaitu memilih jalan kehidupan dan keberuntungan dengan cara mengasihi TUHAN, Allah, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan berpegang pada perintah, ketetapan, serta peraturan-Nya. Supaya dengan begitu, mereka hidup dan bertambah banyak serta diberkati Allah di tanah perjanjian. Sebagai umat Tuhan masa kini, kita pun tidak akan pernah lepas dari berbagai pilihan hidup. Oleh karena itu, kita perlu sungguh-sungguh berdoa sebelum membuat suatu keputusan dalam hidup ini, sebab kita yang telah percaya kepada Kristus harus mempertanggungjawabkan hidup yang kita jalani. Kasih karunia yang telah dianugerahkan Allah kepada kita melalui Yesus Kristus tidak sama sekali melepaskan tanggung jawab kita sebagai anak-anak Allah yang sudah sepatutnya hidup taat dan setia kepada-Nya dalam setiap aspek hidup kita. Salah satunya dapat kita teladani dari Yosua dan keluarganya yang memilih untuk menundukkan diri beribadah kepada TUHAN. [AP]