Bacaan Alkitab hari ini menggambarkan sepenggal kisah hidup Yusuf setelah ia dijual menjadi budak. Kejadian 39 menceritakan bagaimana Yusuf telah dibeli oleh Potifar untuk menjadi budak di rumahnya. Saat kita perhatikan, pasal ini mengandung dua kunci penting yang menjadi poros kehidupan Yusuf, yaitu penyertaan Tuhan (ayat 2-4, 21) dan kesetiaan Yusuf dalam mengerjakan hal-hal yang dipercayakan (ayat 5-6, 22-23).
Kehidupan Yusuf penuh tantangan. Kita tahu bagaimana ia dibenci oleh saudara-saudaranya, bahkan difitnah oleh istri Potifar. Di tengah kehidupannya yang sulit, kita melihat bahwa Yusuf tetap menjadi orang kepercayaan dan diberkati Tuhan. Kunci pentingnya adalah Yusuf mengandalkan penyertaan Tuhan. Kita melihat dimana pun Yusuf berada, baik di rumah yang indah maupun di dalam penjara, ia tetap menjadi orang kepercayaan karena ia selalu mengandalkan penyertaan Tuhan. Hal ini terbukti ketika Yusuf menolak melakukan dosa besar dengan istri Potifar, "Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah?" (ayat 9). Mengandalkan penyertaan Tuhan berarti hidup dalam kesadaran bahwa Tuhan selalu hadir menyertai. Karena itu, ketika kita terus mengandalkan penyertaan Tuhan, kita pun dapat setia terhadap perintah-perintah-Nya. Dari sanalah Tuhan menunjukkan bahwa Ia selalu punya cara untuk membawa kita naik dan menjadi berkat. Keadaan Yusuf memang tidak selalu baik, tetapi selama ia mengandalkan penyertaan Tuhan dan setia terhadap perintah-Nya, Tuhan selalu punya cara untuk memelihara kehidupannya. Yusuf bukan hanya mengandalkan penyertaan Tuhan, ia juga mengerjakan segala sesuatu yang dipercayakan kepadanya dengan setia. Inilah kunci penting kedua. Kesetiaan dalam bekerja menandakan kita menghargai apa yang Tuhan percayakan kepada kita. Sama seperti Yusuf yang menjaga kepercayaan dari Potifar dan kepala penjara, dari situ kehidupan Yusuf semakin dipakai menjadi berkat. Artinya, Tuhan pasti menyertai kita, tetapi ada bagian yang harus kita kerjakan dengan setia. Itulah tandanya kita dapat diandalkan atas hal-hal yang Tuhan percayakan dalam hidup kita. Karena itu, marilah kita terus mengandalkan penyertaan Tuhan dan mengerjakan dengan setia apa yang dipercayakan Tuhan kepada kita. [JW]