Pernahkah Anda memperhatikan lampu jalan di malam hari? Lampu jalan memiliki fungsi utama sebagai penerang. Namun karena kemampuan pencahayaannya terbatas, maka di sepanjang jalan ada banyak lampu yang disusun berdasarkan jarak tertentu. Beberapa faktor seperti lebar jalan, watt dan lumen lampu, ketinggian tiang lampu hingga kondisi lingkungan sekitar akan menentukan jarak ideal antar lampu jalan. Jika jarak antar lampu jalan terlalu dekat, maka akibatnya adalah pemborosan energi. Sedangkan jika jarak antar lampu jalan terlalu jauh, maka akan ada blind spot (titik gelap) yang dapat membahayakan pengguna jalan. Maka dari itu, penentuan jarak antar lampu jalan sangatlah penting agar pengguna jalan mendapatkan penerangan yang pas dari satu lampu jalan hingga ke lampu jalan berikutnya, hingga akhirnya selamat sampai tujuan.
Demikian pula dengan perjalanan hidup kita. Tuhan tidak selalu menyingkapkan seluruh jalan di depan kita, Ia memberi terang secukupnya untuk setiap langkah. Ada kalanya kita akan memasuki perjalanan yang begitu panjang dan gelap seperti misalnya: menanti kesembuhan dari penyakit kronis, merintis usaha dari nol setelah kehilangan pekerjaan, atau bangkit dari keterpurukan setelah hubungan yang gagal. Dalam musim-musim seperti itu, kita sering merasa seolah-olah terang Tuhan meredup—seperti ada jarak yang terlalu jauh di antara "lampu-lampu" penyertaan-Nya. Namun sesungguhnya, Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Ia menempatkan "lampu-lampu" tuntunan-Nya di setiap tahap perjalanan hidup kita—cukup untuk menerangi langkah kita hari ini, besok, lusa, dan seterusnya—hingga kita sampai di tujuan bersama-Nya. Kekuatan-Nya selalu baru setiap hari, penghiburan-Nya tak pernah berhenti mengisi hari-hari kita, dan terang-Nya tak pernah benar-benar padam bagi orang yang terus berjalan bersama Dia. Karena itu, jangan berhenti hanya karena jalan di depan tampak redup. Teruslah melangkah dalam iman, sebab Tuhan tidak memanggil kita untuk mengerti seluruh jalan, tetapi untuk percaya kepada Dia yang menuntun langkah kita hari demi hari. [EV]