Dari ajakan Salomo dalam ayat 26 bacaan Alkitab hari ini, kita belajar bahwa hikmat harus diterima dengan hati. Hikmat tidak bisa hanya berupa fakta, pengetahuan, atau prinsip yang dipelajari atau bahkan dihafalkan di luar kepala. Hikmat harus kita terima dengan hati yang rela, suka, percaya, dan dihidupi. Khususnya dalam hikmat yang Salomo ajarkan hari ini, yaitu hikmat dalam membangun kehidupan yang bermoral.
Salomo dengan tegas memperingatkan soal perempuan jalang dan perempuan asing. Ia katakan perempuan jalang adalah lobang yang dalam. Lobang yang dimaksud adalah perangkap; mereka menjebak dengan kata-kata yang manis dan kepiawaian mereka dalam bicara, sebab "bibir perempuan jalang menitikkan tetesan madu dan langit-langit mulutnya lebih licin dari pada minyak." Mereka yang terjebak akan kesulitan keluar karena perangkap itu sangat dalam. Simson mencabik-cabik singa, mematahkan belenggu musuh, tetapi tak mampu mematahkan perkataan manipulatif seorang wanita. Kemudian perempuan asing adalah sumur yang sempit. Mereka ialah wanita yang membawa nilai serta pengaruh yang bertentangan dengan Tuhan. Disebut sumur yang sempit, karena sumur seharusnya menjadi sumber air yang memuaskan, namun penggoda-penggoda yang menawarkan kepuasan ini nyatanya malah membuat frustrasi, menyesakkan jiwa, bahkan mematikan. Yang tak kalah miris, mereka mengintai "mangsanya" diam-diam, dan menambahkan jumlah pengkhianat di antara manusia, yaitu pria-pria yang tidak mampu setia. Wanita seperti ini menyebabkan dosa yang tak terhitung banyaknya di hadapan Tuhan; terhadap ranjang pernikahan, terhadap jiwa, tubuh, bahkan sosial (komunitas, keluarga). Baik sebagai pria–dan khususnya wanita, ini adalah peringatan serius bagi kita, sebagaimana Salomo meminta kita untuk menyerahkan hati dan mempercayai nasihatnya untuk menjauh dari jalan yang bodoh dan penuh godaan. Hikmat ini begitu kuat, sebab Salomo setidaknya dapat menunjuk kehidupannya sendiri–apa jadinya jika hikmat hanya dimiliki sebagai pengetahuan atau prinsip yang dipelajari dan dihafalkan; namun tidak dipraktikkan dan dijaga di dalam hati. Karena itu, peganglah hikmat yang telah kita terima hari ini, jangan meninggalkannya, maka engkau akan dipeliharanya, kasihilah dia, maka engkau akan dijaganya (Ams 4:6). [LS]