Tidak semua hal yang tampak indah itu baik. Dunia menawarkan banyak hal yang memukau mata, tetapi tidak semuanya menuntun hati kita kepada Tuhan. Seperti bunga Oleander yang begitu memesona namun mengandung racun mematikan di setiap bagiannya, demikian pula banyak hal dalam hidup ini yang tampak menarik, tetapi menyimpan bahaya rohani yang tersembunyi. Keindahan luar tidak selalu sejalan dengan kebenaran.
Kita perlu tahu bahwa Iblis jarang datang dengan wajah menakutkan, ia gemar menyamar sebagai malaikat terang, membawa godaan dalam bentuk yang menyenangkan, memikat, dan tampak benar. Jadi bukanlah hal yang ganjil, jika pelayan-pelayannya menyamar sebagai pelayan kebenaran. Di taman Eden, kejatuhan tidak bermula dari kekerasan, melainkan dari kata-kata manis dan logika yang menggoda. Dalam kehidupan Salomo, kejatuhan bukan terjadi karena perang atau pedang, melainkan oleh karena kecantikan istri-istrinya yang perlahan menarik hatinya menjauh dari Tuhan. Dalam kehidupan sehari-hari, kita bisa melihat karier yang tampak menjanjikan tetapi menggerus waktu bersama Tuhan; hubungan yang indah tetapi menjauhkan kita dari prinsip-prinsip iman Kristen; pelayanan yang berkembang tetapi diam-diam menumbuhkan kesombongan; kenyamanan hidup yang perlahan mengikis kerendahan hati dan rasa syukur. Segala hal yang tampak indah menjadi berbahaya ketika mulai membutakan hati dan menggeser kebenaran. Karena itu Alkitab mengajarkan, "Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik" (1 Tes. 5:21). Sesuatu bisa tampak benar dan indah, tetapi jika tidak selaras dengan Firman, keindahan itu menjadi racun yang perlahan mematikan kerohanian kita. Karena itu, untuk bisa menguji segala sesuatu, yang terutama kita harus berakar dalam Firman. Firman Tuhan adalah terang yang menyingkapkan apa yang tersembunyi dan menolong kita membedakan yang salah dan benar dari segala hal yang indah. Sebab keindahan yang sejati selalu membawa kita semakin dekat kepada Yesus Kristus. Kiranya Roh Kudus menolong kita untuk melihat bukan hanya dengan mata, tetapi dengan hati yang dibentuk oleh Firman Tuhan. [FD]