Dalam dunia pelayanan, kita akan bertemu dengan berbagai macam pribadi. Tak semua dari mereka ada dalam kondisi hati yang baik. Ada yang menyimpan luka masa lalu, ada pula yang pahit terhadap Tuhan, gereja, dan sesamanya. Biasanya seseorang mengalami kepahitan hati karena mendapat perlakuan yang jahat, sehingga membuat mereka memiliki akar pahit. Ada juga yang mengalami kepahitan hidup karena mengalami hal-hal yang menyakitkan dalam hidupnya, seperti ditinggalkan orang tua, mengalami penderitaan bertubi-tubi, penyakit yang tak kunjung sembuh, dan kegagalan yang beruntun. Orang-orang demikian seringkali menjadi apatis, tertutup, serta sulit untuk dilayani. Mereka mungkin merespons kebaikan kita dengan sinis, menolak perhatian, bahkan lebih parahnya bisa menyakiti kembali. Tetapi justru di sinilah panggilan kita sebagai anak-anak Tuhan akan diuji, apakah kita tetap mampu berbuat baik dan menyalurkan kasih Yesus melalui kehidupan dan pelayanan kita.
Kita harus bisa menyikapi kepahitan sesama kita dengan kebaikan. Kita harus dapat mengalahkannya dengan kebaikan, sehingga mereka dapat melihat Yesus dan mengecap kebaikan-Nya dalam hidup mereka. Di dalam Alkitab, kita mendapati sosok seorang yang karena kebaikannya membuat sejumlah orang dibawa kepada Tuhan. Dia adalah Barnabas. Menariknya, Alkitab mempertegasnya demikian, "Karena Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman. Sejumlah orang dibawa kepada Tuhan." (Kis. 11:24). Kita mendapati satu kunci, bahwa agar dapat menjadi penyalur kebaikan, hati kita harus penuh dengan Roh Kudus dan juga dengan iman. Ini berarti kita harus memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan, dan senantiasa menjaga rasa percaya kepada-Nya. Hari ini mari periksa diri kita, apakah ada orang-orang yang pahit hati di sekitar kita. Lalu apakah hidup kita telah menjadi berkat bagi mereka, atau justru sikap dan perlakuan kita malah melukai dan menambahkan kepahitan bagi mereka? Jangan pernah lelah menabur kebaikan, walau terkadang kebaikan kita disambut respons yang kurang baik. Jadilah "agen pemulihan" yang mengalahkan kepahitan dengan kebaikan, sehingga menuntun mereka kembali kepada pengharapan Kristus. [RS]