ALL I WANT FOR CHRISTMAS IS FORGIVENESS

Senin,22 Desember 2025

BACAAN ALKITAB HARI INI

Lukas 5:20-24

BACAAN NDC BIBLE STUDY

AYAT HAFALAN

Lukas 19:10

RENUNGAN INSPIRASI

Yesus Kristus datang ke dunia menghadirkan Kerajaan Allah melalui diri-Nya yang adalah Mesias – Raja yang diurapai oleh Allah, dengan jalan membebaskan umat-Nya dari perbudakan dosa. Oleh karena itu, sebelum misi Yesus Kristus dimulai, ada seseorang yang telah Allah tetapkan sebelumnya untuk mempersiapkan jalan bagi Tuhan, yaitu Yohanes pembaptis. Yohanes pembaptis menyuarakan kepada orang-orang Israel saat itu bahwa Kerajaan Allah sudah dekat, oleh karena itu mereka harus bertobat dan memberi diri dibaptis. Hal ini menunjukkan bahwa Kerajaan Allah hanya bisa diterima ketika ada pertobatan di dalam umat Tuhan.
Setelah Yohanes mempersiapkan jalan bagi Tuhan, tiba saatnya Yesus memulai pelayanan-Nya untuk mewartakan dan menghadirkan Kerajaan Allah di tengah umat manusia. Pada masa awal pelayanan Yesus di Galilea, orang-orang Farisi dan para ahli Taurat kerap kali menyerang Yesus mengenai pengajaran-Nya. Salah satu yang paling ditentang adalah ketika mereka menyaksikan Yesus mengadakan mukjizat dengan menyembuhkan seorang yang lumpuh. Hal yang menggelisahkan mereka adalah perkataan Yesus kepada orang yang lumpuh itu: "Hai saudara, dosamu sudah diampuni". Bagi orang Farisi dan ahli Taurat, perbuatan Yesus adalah penghujatan kepada Allah, karena mereka meyakini hanya Allah yang berkuasa mengampuni dosa. Pada dasarnya, keyakinan tersebut benar bahwa hanya Allah yang berkuasa mengampuni dosa, namun yang menjadi permasalahan adalah mereka tidak meyakini bahwa Yesus adalah Allah yang datang ke dunia (Imanuel), dengan tujuan mencari dan menyelamatkan yang terhilang melalui pengampunan dosa. Orang Farisi sangat tahu tentang hukum, namun gagal melihat bahwa Sang Pengampun telah hadir di tengah mereka. Peristiwa ini menjadi pembelajaran bagi kita bahwa makna Natal terletak pada karya Kristus yang menghadirkan pengampunan dan pemulihan bagi setiap orang berdosa. Oleh karena itu, perhatikanlah cara kita memaknai kelahiran Yesus Kristus: apakah kita sungguh-sungguh menyambut kedatangan-Nya sebagai Tuhan dan Raja yang menyediakan pengampunan atau kita hanya terlarut dalam glamoritas natal masa kini. Ingat, merayakan kelahiran Kristus tanpa pertobatan hanyalah perayaan lahiriah yang kosong. Jadikan momen Natal untuk memeriksa diri. Bila masih ada dosa yang kita simpan, datang kepada-Nya dengan hati yang hancur, mohon pengampunan, pemulihan, dan komitmen untuk menghasilkan buah yang sesuai pertobatan. [AP]

REFLEKSI DIRI

1. Apakah masih ada hal-hal yang menyandera hidup Anda sehingga kehidupan Anda sebagai orang percaya tidak maksimal?
2. Percayakah Anda bahwa Yesus Kristus datang untuk mengampuni dosa-dosa kita? Jika ya, bagaimana Anda menghidupi kepercayaan tersebut?

POKOK DOA

Bapa dalam Kerajaan Sorga, aku bersyukur atas pengampunan yang Engkau beri melalui pengorbanan Anak-Mu Yesus Kristus, sehingga saat ini aku boleh diterima dalam Kerajaan Allah. Ajar aku untuk terus menjalani hidup ini sebagai orang telah dimerdekakan oleh darah Kristus dengan cara hidup yang mempermuliakan nama-Mu. Amin.

YANG HARUS DILAKUKAN

Bersyukur untuk anugerah pengampunan Tuhan dengan menjalani hidup sebagai orang yang merdeka: tidak membiarkan diri terjebak pada godaan dosa dan berani menghampiri tahta kasih karunia Allah dalam setiap doa secara pribadi.

HIKMAT HARI INI

Natal menuntun kita kembali pada kebutuhan terdalam kita—bukan akan hal-hal duniawi, melainkan pengampunan di dalam Kristus yang memulihkan relasi kita dengan Allah.
©2017 NDC Ministry. All Rights Reserved.
Powered by GerejaSoft.com