Apa yang Anda lakukan setelah bangun tidur? Menurut penelitian Stockholm University, 69% dari 1.732 orang kembali tidur setelah terbangun. Jika Anda bukan satu di antaranya, apakah Anda termasuk yang langsung mengecek ponsel, mencari secangkir kopi, berolahraga, atau memikirkan pekerjaan yang harus dilakukan di hari itu? Dari semua hal yang Anda lakukan setelah bangun tidur, pernahkah Anda memulai hari dengan ucapan syukur? Mengucap syukur adalah tindakan yang sering dianggap sederhana, namun membawa manfaat yang sangat besar dalam hidup kita.
Kita tahu bahwa manusia lebih mudah fokus pada hal yang negatif dibanding kepada berkat-berkat yang sudah diterimanya. Bangsa Israel contohnya. Baru beberapa hari sebelumnya, Tuhan melakukan mukjizat besar dengan membelah Laut Teberau dan membawa mereka menyeberang dengan selamat (Keluaran 14). Mereka bahkan baru saja menyanyikan nyanyian pujian karena penyelamatan itu (Keluaran 15). Namun ketika mereka mulai lapar, mereka langsung bersungut-sungut (Keluaran 16:2-3). Inilah yang disebut negativity bias, kecenderungan alami manusia untuk memperhatikan, memproses, dan mengingat hal negatif dibandingkan hal positif. Jika dibiarkan, fokus pada hal negatif dapat merusak suasana hati, menurunkan produktivitas, bahkan mencuri ketenangan batin. Firman Tuhan menyediakan langkah praktis untuk mengatasinya, yaitu dengan ucapan syukur. Ketika kita membawa segala hal dalam doa dan syukur, damai sejahtera Allah akan memelihara hati dan pikiran kita. Syukur juga menjauhkan kita dari kepahitan (Ibrani 12:15) dan membawa kita mendekat kepada Allah (Mazmur 100:4). Dengan mengucap syukur, kita sedang menyadarkan diri bahwa kasih dan pemeliharaan Tuhan selalu lebih besar daripada masalah apa pun yang kita hadapi. Pikiran yang terarah pada kebaikan Tuhan memampukan kita melihat solusi dengan lebih jernih dan menjalani hari dengan hati yang tenang. Jadi, sudahkah Anda mengucap syukur hari ini? [WT]