Saat membaca judul perenungan hari ini, hal yang terbersit di bayangan kita adalah suasana Natal yang damai; seperti alunan musik Natal yang syahdu dan bersahaja, suasana hangat di sekitar pohon Natal, dan tontonan Natal seperti "Home Alone" yang selalu berhasil membuat hati senang, mengundang tawa, dan menghadirkan rasa tenang sejenak. Tapi tahukah Anda, bahwa Natal pertama tak terjadi dalam suasana yang penuh dengan ketenangan?
Betlehem saat itu penuh sesak karena sensus. Maria dan Yusuf menempuh perjalanan panjang dan melelahkan, lalu berkeliling mencari tempat untuk beristirahat, tetapi tidak ada tempat bagi mereka. Bayi Yesus akhirnya lahir di kandang domba, tempat yang jauh dari nyaman dan sama sekali tidak ideal bagi seorang bayi. Di tengah hiruk-pikuk dan ketidakteraturan itulah malaikat Tuhan menampakkan diri, membawa berita yang menakjubkan: "Damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya." Damai yang malaikat nyatakan bukanlah damai yang lahir dari dunia ini, melainkan damai yang datang karena kasih karunia dan perkenanan Allah. Kata "damai sejahtera" di sini dalam bahasa aslinya adalah "Eirene", yang bermakna bahwa keadaan ini lebih dari sekadar tidak adanya perang, melainkan adanya harmoni dan kesejahteraan penuh. Inilah makna Natal yang perlu kita pahami dan seharusnya kita hidupi. Natal membawa pesan bahwa melalui kehadiran Yesus, kita diperdamaikan dan harmoni dengan Allah, karenanya kita memiliki damai sejahtera di dalam hati kita. Damai itu melampaui segala akal, pikiran, situasi dan kondisi kita. Biarlah di bulan Natal kali ini kita menghayati anugerah damai yang telah dikaruniakan Kristus bagi kita. Dengan hati yang limpah dengan ucapan syukur kita memuji Yesus yang telah memberikan damai tersebut di hati kita, lalu mengimpartasikannya di dalam kehidupan kita. Mungkin masalah kita tidak langsung lenyap, mungkin masih ada orang-orang memancing emosi kita, tetapi kedamaian yang Yesus berikan di dalam hati kita memampukan kita untuk tetap tenang dan menyikapi kerasnya hidup dengan kelemahlembutan. [RS]