Ada banyak hal dalam hidup yang sulit kita mengerti. Kita mengalaminya ketika rencana yang disusun matang tiba-tiba gagal, ketika usaha tidak menghasilkan apa yang kita harapkan, atau ketika doa-doa terasa tidak dijawab. Dalam saat-saat seperti itu, hati kita mudah dipenuhi tanya dan kecewa, apalagi ketika kita merasa sudah melakukan yang terbaik. "Mengapa hidupku seperti ini?", "Mengapa Tuhan tidak menolong?" Kita pun terus mencari penjelasan, seolah tidak bisa melangkah sebelum semuanya jelas.
Bacaan Alkitab hari ini mengingatkan kita bahwa manusia tidak mungkin mengerti seluruh pekerjaan Allah. Artinya, ada banyak hal yang tersembunyi dan melampaui kemampuan berpikir kita. Tuhan terlebih tahu akan keterbatasan itu, Ia tidak menuntut pengertian yang sempurna, melainkan hati yang percaya penuh kepada-Nya. Daripada berfokus mencari penjelasan atas setiap peristiwa hidup, jauh lebih berarti bila kita mengenal siapa Tuhan dan seperti apa karakter-Nya. Ia Pribadi yang penuh kasih dan keadilan, serta dapat diandalkan. Karena itu, ketika kita tidak memahami jalan Tuhan, jangan bimbang. Teruslah mendekat kepada-Nya dan bangunlah relasi yang intim, agar Pribadi Tuhan-lah yang menjadi tumpuan, bukan pengetahuan kita sendiri. Dalam ketidakmengertian, marilah kita tetap berdoa, bersyukur, dan berserah kepada Tuhan. Kita memang tidak akan pernah memahami setiap detail pekerjaan Tuhan secara utuh, tetapi melalui pengenalan akan Pribadi-Nya yang penuh kasih, setia, dan bijaksana; Roh Kudus akan menuntun kita untuk berjalan dalam kebenaran dan kehendak-Nya. Saat itulah kita belajar melihat bahwa peristiwa paling sulit sekali pun diizinkan Tuhan untuk mendatangkan kebaikan (Roma 8:28). Ingatlah, iman sejati lahir dari relasi, bukan sekadar informasi. Maka itu, tetaplah percaya kepada Tuhan dan hiduplah dalam kebenaran, sekalipun banyak hal yang tidak dapat dimengerti. [SR]