JANGAN MATIKAN HATI NURANI

Kamis,11 Juni 2026

BACAAN ALKITAB HARI INI

Roma 2:14-15

AYAT HAFALAN

Roma 2:15

RENUNGAN INSPIRASI

Setiap manusia dikaruniai Tuhan hati nurani sebagai "alarm" yang akan menegur saat seseorang berdosa. Seperti bacaan firman Tuhan hari ini, Rasul Paulus menjelaskan bahwa bahkan bangsa-bangsa non-Yahudi yang tidak memiliki hukum Taurat pun tetap mempunyai kesadaran moral, karena Allah menaruh hati nurani di dalam diri mereka. Melalui hal ini, Paulus ingin menegaskan bahwa tak ada manusia bersalah yang dapat berdalih, "Saya tidak tahu itu salah." Sebab sebelum mendengar khotbah, membaca Alkitab, atau menerima teguran orang lain, hati nurani sudah lebih dulu berbicara.
Istilah "suara hati" ini berasal dari kata Yunani "syneidÄ“sis", gabungan dari kata "syn" (bersama) dan "eidÃ…�" (mengetahui). Secara sederhana, hati nurani adalah bagian dalam diri manusia yang "mengetahui bersama" dengan Tuhan tentang apa yang benar dan salah. Karena itu, ketika seseorang berbuat dosa, biasanya muncul pergumulan batin, rasa bersalah, kegelisahan, bahkan ketakutan. Hati nurani yang "turut bersaksi" menggambarkan adanya kesaksian batin yang terus berbicara dalam diri manusia. Ada sesuatu di dalam dirinya yang bersaksi bahwa ia sedang melawan kebenaran. Sehingga saat seseorang mungkin dapat menyembunyikan dosa di hadapan orang lain, namun ia tak dapat menyangkali hati nuraninya. Itulah sebabnya setelah jatuh dalam dosa, manusia sering kehilangan rasa damai. Hati nuraninya akan terus mengingatkan bahwa ada sesuatu yang tidak beres di hadapan Tuhan. Namun, bahaya muncul ketika suara itu terus diabaikan. Sedikit demi sedikit hati menjadi tumpul. Dosa yang dulu terasa mengganggu mulai dianggap biasa. Pengabaian hati nurani merupakan "silent killer" yang merusak kehidupan rohani kita. Hati nurani yang terus dilawan akhirnya kehilangan sensitivitasnya. 1 Timotius 4:2 menggambarkan kondisi yang demikian, "â€Â¦ sehingga hati nurani mereka tidak lagi menuduh mereka." (FAYH). Saat ini yang terjadi, seseorang dapat menyebut dosa sebagai kewajaran, mempertahankan kepahitan sebagai keadilan, atau membenarkan hawa nafsu sebagai kebebasan. Karena itu, jangan bungkam hati nurani kita. Ambillah waktu secara konsisten untuk berdoa, evaluasi diri, dan membaca Firman Tuhan agar hati nurani kita tetap peka terhadap Firman-Nya. Izinkan Roh Kudus untuk senantiasa menyelidiki dan melembutkan hati kita ketika Tuhan menegur kita. [RS]

REFLEKSI DIRI

1. Adakah teguran Tuhan yang selama ini Anda abaikan?
2. Hal apa yang bisa kita lakukan untuk mempertajam kepekaan hati nurani kita?

POKOK DOA

Tuhan Yesus, terimakasih karena Engkau memberiku hati nurani untuk memperingatkanku akan dosa. Pimpin aku ya Roh Kudus, terangilah hatiku dengan kebenaran Firman-Mu. Selidiki hatiku dan lembutkan hatiku saat firman-Mu menegurku. Dalam nama Yesus. Amin

YANG HARUS DILAKUKAN

Belajarlah segera taat ketika Tuhan menegur dan jangan menunda pertobatan. Akui dengan jujur setiap dosa yang masih dipertahankan. Bangun kebiasaan membaca firman Tuhan setiap hari agar hati nurani terus diterangi oleh kebenaran firman Tuhan.

HIKMAT HARI INI

Hal yang paling berbahaya ialah orang yang tidak lagi merasa bersalah ketika berdosa.
©2017 NDC Ministry. All Rights Reserved.
Powered by GerejaSoft.com