Roma 8:28 dimulai dengan frasa "kita tahu"—ini adalah sebuah kepastian iman, bukan sekadar perasaan atau optimisme manusia. Di tengah keadaan yang tidak pasti, firman Tuhan menegaskan bahwa Allah tidak pernah berhenti bekerja. Dan ketika Paulus berkata bahwa Allah "turut bekerja dalam segala sesuatu", ia sedang menunjukkan kedaulatan Tuhan yang sanggup memakai setiap keadaan untuk menggenapi tujuan-Nya dalam hidup orang percaya. Tidak ada pengalaman yang sia-sia di tangan Tuhan. Namun, "kebaikan" yang dimaksud bukan terutama kenyamanan, keberhasilan, atau hidup tanpa masalah. Roma 8:29 menjelaskan bahwa tujuan Tuhan adalah membentuk kita semakin serupa dengan Kristus. Karena itu, tidak semua proses yang Tuhan izinkan akan terasa menyenangkan saat dijalani. Ada musim ketika yang kita lihat adalah kehilangan, penundaan, atau jalan yang tidak sesuai harapan. Di titik inilah Rasul Paulus mengajak kita untuk memandang hidup dari sudut pandang yang lebih besar. Tuhan bukan hanya bekerja melalui keadaan yang kita alami, tetapi juga sedang membentuk siapa kita di dalam Kristus. Apa yang hari ini terasa seperti beban, bisa jadi sedang dipakai Tuhan untuk menumbuhkan ketekunan, pengharapan, dan kedewasaan rohani yang membawa kita semakin serupa dengan Kristus.
Roma 8:30 kemudian mengingatkan bahwa pekerjaan Tuhan tidak berhenti di tengah jalan. Mereka yang dipanggil-Nya juga dibenarkan dan dimuliakan. Ini bukan janji bahwa hidup akan selalu mudah, tetapi kepastian bahwa Tuhan setia menyelesaikan tujuan-Nya atas hidup orang percaya. Karena itu, di tengah setiap musim kehidupan, kita dapat percaya bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita, melainkan terus mengerjakan pembentukan yang membawa kita semakin mengenal dan memancarkan karakter Kristus. [FD]