Salah satu peristiwa penting dalam sejarah gereja mula-mula adalah panggilan Rasul Paulus. Kisah ini mengingatkan kita bahwa tidak ada hati yang terlalu keras untuk dijangkau oleh Tuhan. Ketika Stefanus dirajam, Saulus hadir dan menyetujui pembunuhan itu. Secara manusia, hampir tidak ada alasan untuk berharap bahwa Saulus akan berubah. Namun justru di titik itulah anugerah Tuhan bekerja.
Di tengah penderitaannya, Stefanus tidak membalas dengan kebencian, tetapi berdoa, "Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!" (Kis. 7:60). Alkitab tidak menyatakan bahwa doa Stefanus menyebabkan pertobatan Saulus. Namun kisah ini memperlihatkan bahwa Tuhan sanggup bekerja melampaui apa yang terlihat, dan Ia sering mengajak umat-Nya tetap merespons dengan kasih, pengampunan, dan doa, bahkan kepada mereka yang memusuhi kita. Tidak lama kemudian, Tuhan sendiri menjumpai Saulus dan mengubahkan hidupnya secara radikal. Dari sini kita belajar, kita tidak dapat mengubah hati seseorang, tetapi kita dapat membawa mereka kepada Tuhan dalam doa dan percaya bahwa anugerah-Nya sanggup menjangkau siapa pun. Ingat, perubahan tak pernah datang melalui amarah, balasan, atau kepahitan. Sebaliknya, perubahan besar sering dimulai dari doa, respons yang lahir dari kasih, pengampunan, dan iman. Maka, jika saat ini ada "Saulus-Saulus" dalam hidup kita, mungkin mereka adalah orang yang melukai, menolak, dan memusuhi kita, firman Tuhan mengajak kita untuk mendoakan mereka. Ingatlah, Tuhan sanggup mengubah hati yang paling keras sekali pun, dan Ia sering kali mengajak kita mengambil bagian melalui doa yang lahir dari kasih, pengampunan, dan iman. [RS]