SEDIKIT RAGI MENGKHAMIRKAN SELURUH ADONAN

Selasa,30 Juni 2026

BACAAN ALKITAB HARI INI

Galatia 5:7-12

BACAAN NDC BIBLE STUDY

AYAT HAFALAN

Ibrani 2:1

RENUNGAN INSPIRASI

Pada masa pelayanan Paulus, hampir setiap rumah membuat roti mereka sendiri. Mereka belum mengenal ragi instan seperti sekarang. Yang biasa mereka gunakan adalah sedikit adonan lama yang sudah mengalami fermentasi – disebut khamir atau starter, yang disimpan dari adonan sebelumnya lalu dicampurkan ke adonan baru. Meski jumlahnya sedikit, bagian dari fermentasi lama itu akan menyebar dan mengembangkan seluruh adonan roti. Karena itu, jemaat Galatia pada zaman itu sangat memahami gambaran yang dipakai Paulus dalam Galatia 5:9, ketika ia memperingatkan jemaat bahwa sedikit saja ajaran sesat cukup untuk mempengaruhi seluruh jemaat.
Pada saat itu, pengaruh buruk legalisme dan doktrin-doktrin lain yang merendahkan Yesus menyebar bagaikan ragi dalam adonan. Ada orang-orang yang mengajarkan bahwa iman kepada Kristus saja tidak cukup, tetapi masih perlu ditambah dengan perbuatan hukum Taurat tertentu untuk memperoleh pembenaran. Paulus menunjukkan bahwa kompromi kecil terhadap penyimpangan Injil bukanlah hal sepele, sebab sedikit saja ajaran yang salah dapat merusak kemurnian seluruh Injil, dan pada akhirnya merusak gereja. Penyesatan jarang terjadi secara terang-terangan dalam bentuk penolakan total terhadap Tuhan. Bahaya penyesatan bukan karena ia terlihat jahat, tetapi karena ia sering terasa benar. Penyesatan sering kali diterima karena ia masuk melalui kebenaran yang dipelintir, kebenaran yang dikurangi dan ditambahkan, atau ajaran yang terdengar "lebih nyaman" dan "menyenangkan" bagi daging kita. Karena itu, perhatikanlah kata penulis Ibrani: kita harus lebih teliti memperhatikan apa yang telah kita dengar, supaya kita jangan hanyut dibawa arus (Ibr. 2:1). Sesuatu yang hanyut tidak terjadi mendadak dan disengaja. Sama seperti orang yang tidak tiba-tiba meninggalkan kebenaran Tuhan. Mereka terlebih dulu hanyut karena menurunkan kewaspadaan terhadap ajaran-ajaran yang mereka dengar dan terima. Penulis Ibrani memperingatkan supaya orang percaya tidak lalai terhadap Injil yang telah mereka terima. Kita dipanggil untuk terus tinggal dalam pengajaran firman yang sehat, memeriksa setiap ajaran berdasarkan Kitab Suci, dan menjaga hati agar tetap tunduk kepada Injil Kristus yang murni. [LS]

REFLEKSI DIRI

1. Apakah Anda meneliti setiap ajaran firman yang Anda dengar?
2. Menurut Anda, apa yang menyebabkan seseorang terseret ajaran sesat? Bagaimana Anda mengantisipasi agar Anda tidak terseret ajaran sesat?

POKOK DOA

Tuhan Yesus, aku bersyukur atas setiap firman yang kudengar. Aku mohon Roh Kudus menjaga dan menuntunku untuk dapat memahami ajaran yang benar dan sehat, supaya hidupku diubahkan menjadi lebih serupa dengan Kristus. Amin.

YANG HARUS DILAKUKAN

Kita harus lebih teliti memperhatikan setiap ajaran firman yang kita dengar. Berdoa supaya Roh Kudus menuntun pemberitaan firman, menyingkapkan yang benar dan sehat bagi kita.

HIKMAT HARI INI

Bahaya penyesatan bukan karena ia terlihat jahat, tetapi karena ia sering terasa benar.
©2017 NDC Ministry. All Rights Reserved.
Powered by GerejaSoft.com